Thursday, November 20, 2008

muka batu

iya,kamu yang jadi menyala ditengah gelap
jadi penyemangat dikala aku sedang remuk redam
dan saat tangis hampir jatuh dari kedua pelupuk mataku
kamu yang menggantikannya dengan serenyah tawa dari bibir

iya! Kamu yang membuat tatapanku menjadi kosong
Pikiranku menjadi melayang-layang hendak meraih awan
Ragaku berlari hendak menghampiri kamu yang jauh dari sini

Ah ada apa dengan jarak tempuh antar kamu dan aku?
Kita masih dapat memandang bintang dan bulan yang sama
kita masih menginjak dan berdiri di atas bumi yang sama
selama pun itu,aku tak peduli dengan berapa jauh engkau dari jangkauanku

Dan pastinya ketika aku nanti ada disana,atau engkau ada disini
kan kuajak kau berwisata ke bintang
lalu kita naik bianglala di pasar malam tanpa bosan
tunggu aku wahai muka batu! suatu saat pasti nanti akan datang harinya

No comments: