Sunday, April 4, 2010

Di Balik Layar

Di suatu minggu yang cerah, waktu itu saya duduk-duduk dibawah pohon mendengarkan sesi tanya jawab bersama Bapak Nyoman Nuarta, pematung handal lulusan FSRD ITB. Sebetulnya saya kurang begitu menyimak semua yang ia sampaikan, tapi ada kalimatnya yang begitu menarik perhatian saya. Kira-kira dia berkata seperti ini

"Saat kalian melihat suatu karya seni, kalian pasti pernah merasa seperti ini, 'Ah kalau begini sih saya juga bisa buatnya', padahal yang dilihat dari sebuah karya seni bukan hanya hasil akhirnya saja, tetapi yang lebih penting itu adalah proses pembuatannya."

Lalu saya membatin,wah benar banget tuh! Saya memang tipe orang yang lebih penasaran dengan cerita dibalik terjadinya suatu hal atau terciptanya suatu barang dibandingkan hanya menikmati finalisasinya. Seperti layaknya sebuah barang handmade, yang terbuat dari tangan-tangan si pembuatnya. Bukan buatan pabrik yang bisa dicetak ribuan kali dengan bentuk yang sama persis. Itulah indahnya suatu proses. Mereka punya ceritanya masing-masing.

Gratefully, xRx


the 'goodluck' notes

Camera Obscura CD's, their signature and fancy case

'jangan lupa makan sayur'

Yap,saya mau sedikit pamer. Seperti biasa, ulang tahun tidak pernah menjadi begitu menyenangkan bagi saya.
Tapi ada yang mengubah pandangan saya kali ini.
Sebuah paket saya terima pada tanggal 26 Maret, H-2 ulang tahun saya (yang tidak penting itu).
Tidak tercantum nama pengirimnya disitu.
Tapi terlintas beberapa kemungkinan di pikiran saya, siapa kira-kira yang mengirimi saya paket itu.
Someone from far far mile,maybe. who can't dare enough and will enough to give this things directly,to me.
Tak lama setelah saya buka, perkiraan saya itu pun benar.
Selama 18 tahun ini, mungkin baru satu atau dua yang begitu berkesan bagi saya.
dan ini lah salah satunya.
Bagaimana cara membalasnya saya pun tidak tahu,
terima kasih. rasanya belum cukup.
Mungkin suatu hari nanti saya bisa membalasnya untuk anda. Terima kasih sejuta kali.
Terima kasih juga untuk teman-teman oknum R yang sudah menyempatkan untuk memberikan saya pesan semangat.
Sekian.


Urbanisasi

Sepertinya orang-orang pada hijrah ke suatu web yang memfasilitasi kita dengan berbagai fitur tulis menulis yang lebih sohpisticated ya?! Ah tapi buat saya si blogger ini udah cukup yahud kok. Secara blog saya aja minimalis banget. Ga pernah di kasih HTML-HTML biar bikin penampilan blog saya tambah ciamik. Wah semoga beneran deh saya ga tergiur buat berurbanisasi ke si pendatang baru didunia perblog-an itu. Dipikir-pikir blog ini udah lumayan lama juga ya saya buat. Awal mulanya gara-gara liburan saya ga produktif aja,akhirnya saya tergiur setelah baca blog teman yang menginspirasi banget. Mulai darisitu saya mulai ngisi blog ini dengan hal-hal ga penting. Kadang saya isi tulisan-tulisan ga mutu, ya kadang-kadang layak baca lah. Kalo ga diisi gambar-gambar ga penting,dan akhir-akhir ini kerajingan masukin video. Wah pokoknya mewakili saya banget lah! saya berjanji ga akan ninggalin ini blog, biar beneran jadi diary saya selama tangan saya ini masih bisa mengetik. Azeeek! Yasudah, saya ga ngarepin blog saya ini bisa dijadiin buku macam Raditya Dika atau (ehm) adalah gitu siapa aja yang gabisa saya ucapin satu persatu. Setidaknya, blog ini bisa jadi media buat saya mengutarakan apa yang tidak bisa saya ucapkan di dunia nyata. Terima kasih ya blog! Kecup hangat sehangat matahari sore buat kamu, blog sayang. Mwaaaachh!

Friday, March 26, 2010

Thrillll part.2



One Summer's Day by Joe Hisaishi

an original soundtrack from my favourite movie ever, Spirited Away


(thanks Rizki for the link)

Saturday, March 20, 2010

Thrillll



mengingatkan gw sama Tom & Jerry. dari kecil gw suka banget nih beginian! 4 jempol buat OKGO!

Wednesday, March 3, 2010

Tersentil

“ You can have the atomic bomb, but we have a high sense of art." - Presiden Soekarno, 1956


Selang beberapa menit sebelum saya menuliskan blog ini, saya menemukan sebuah quotes yang..hmm seperti judul posting saya kali ini, MENYENTIL! Iya lah tentu saja! Cuma dengan sekali saja membaca, kita pasti langsung mengerti bukan apa yang coba diucapkan Presiden teryahud milik Indonesia ini? Saya merasa kalau beliau sangat mengerti potensi Indonesia dan apa sebenarnya jati diri bangsa Indonesia. Saya pun merasakan hal yang sama. Coba kita bayangkan sebentar, berapa banyak seniman - seniman jempolan milik Indonesia, pemusik - pemusik yang luar biasa potensial, dan insan - insan muda Indonesia yang tidak kalah kreatifnya. Indonesia itu negara Seni.

Kita punya budaya yang bahkan tidak terhitung, yang karena keindahannya membuat negara tetangga pun kalap dan ngaku-ngaku kalo budaya itu milik mereka. Kenapa? karena disamping kita itu negara seni dengan budaya yang melimpah ruah, kita bukan negara yang mampu menghargai kebudayaan kita sendiri. Kita tidak mampu mengembangkan potensi negara kita sendiri. Kalau dianalogikan misalnya sama seperti saya yang dari SD sampe SMA harus belajar banyak banget mata pelajaran disekolah yang mungkin ya ga perlu-perlu amat. Padahal kan akan lebih baik kalo potensi dan bakat yang kita punya itu diasah dan dikembangkan. Yah memang disayangkan sekali mungkin sistem dan cara berpikir orang Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara lainnya. Mudah - mudahan saja kita bisa menjadi warga yang lebih menghargai budayanya, seperti yang diajarkan di pelajaran PLKJ dulu waktu kita masih bocah bocah ingusan, "Mari Hargai dan Lestarikan Budaya Indonesia"

Saturday, February 20, 2010

Delphic - This Momentary



watch this clip on late night MTV Club and said "thanks God, I watched tv"